Bahaya Hemoglobin Rendah Pada Anak (Anemia)

7 Bahaya Hemoglobin Rendah Pada Anak – Anemia atau dikenal di dalam dunia medis adalah Hemoglobin Rendah merupakan penyakit karena kekurangan zat besi ataupun penyakit keturunan dari orang tua seperti thalassemia.

bahaya hemoglobin rendah pada anak

bahaya hemoglobin rendah pada anak

Pada anak usia 1 tahun hingga pubertas rentan terhadap anemia, hal ini disebabkan oleh pada usia tersebut anak memiliki masa pertumbuhan yang kerap bersinggungan dengan pola makan. Pola makan yang kurang, gizi yang kurang terutama zat besi dapat menyebabkan si anak tersebut terkena penyakit anemia.

 

Bahaya Hemoglobin Rendah Pada Anak

Seperti yang dilansir pada data WHO usia 5-14 tahun pada negara berkembang memiliki tingkat anemia sebesar 48% hal ini cukup memprihatinkan. Memang pemberian gizi yang cukup merupakan penanganan uanemia pada umumnya. Namun bagaimana dengan indonesia? Rata-rata seorang anak yang terkena anemia disebabkan oleh tidak nafsu makan ataupun telat makan dikarenakan mengutamakan bermain bersama teman sebayanya.

Hemoglobin rendah pada anak atau anemia jangan dianggap enteng dikarenakan dapat berisiko pada menurunkan hasil prestasi belajar, berikut ini adalah 7 bahaya hemoglobin rendah (anemia) pada anak :

1. Lesu, Letih
Anak yang terkena anemia dampak utamanya adalah letih, yang menyebabkan terhambatnya aktifitas saat disekolah maupun dirumah.

2. Mengantuk
Karena tugas utama dari hemoglobin atau sel darah merah menghantarkan oksigen terhambat menyebabkan si anak tersebut mengalami ‘menguap’ yang bertanda bahwa oksigen pada tubuh terutama otak mengalami kekurangan dan menyebabkan mengantuk.

3. Menurunnya Daya Pikir
Sangat jelas tentunya, anemia yang menyebabkan letih, lesu, tidak semangat, mengantuk dan sebagainya dapat menghambat aktifitas belajar sekolah apalagi untuk berfikir yang tidak memungkinkan sekali untuk fokus 100% terhadap pelajaran disekolahnya

4. Kulit Pucat
Seperti orang dewasa, anemia pada anak juga mengalami kulit pucat seperti orang dewasa yang usai begadang.

5. Mudah Jatuh Sakit
Karena sering mengalami keletihan, lemas menyebabkan daya tahan tubuh lemah dan berujung pada mudahnya jatuh sakit.

6. Jantung Berdebar
Oksigen yang terhambat dikarenakan sel darah merah tidak menghantarkan secara maksimal, maka dalam hal ini tubuh menginstruksi jantung untuk bekerja lebih keras dalam memompa darah agar tubuh dapat mendapat oksigen yang cukup.

7. Pingsan
Semakin anak tersebut tidak segera mendapat vitamin zat besi dari sayuran maupun makanan lainnya dapat menyababkan lemas terus menerus dan akhirnya jatuh pingsan karena tidak kuat untuk aktifitas. Penderita pingsan yang dikarenakan kekurangan zat besi adalah 80 persen wanita. Baca selengkapnya makanan yang mengandung zat besi yang baik untuk mengobati dan mencegah anemia disini.

 

 

Ay0k! Share Ini..

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>