Kanker Serviks Akibat Merokok ? Apa Benar ? Simak Yuk

Kanker serviks mendengarnya saja sudah ngeri, bagaimana tidak mengerikan, virus ini mengakibatkan kematian bagi kaum wanita setiap 1 jam ada satu orang yang meninggal dunia dan 1 jam lagi muncul kasus kanker serviks.

Pembunuh wanita nomer satu ini memang tidak bisa diremehkan, baik usia muda maupun tua tetap rentan terkena masalah kanker serviks. Namun usia 30 – 45 lebih tinggi resikonya.

 

Lantas Apa Penyebab Utama Masalah Kanker Serviks ?

1.Merokok

Mengapa merokok menjadi point pertama? Karena mayoritas penduduk indonesia adalah perokok. Namun bagaimana wanita yang tidak merokok akan tetapi di diagnosis oleh dokter penyebabnya akibat merokok?

Ingat didunia kesehatan merokok dibedakan menjadi dua yaitu aktif dan pasif, perokok pasif adalah orang yang sengaja atau tidak sengaja menghirup udara rokok seseorang, dan resiko yang di dapatkan adalah 3 kali lipat dari seorang perokok aktif, mengapa demikian?

Karena secara langsung rokok yang dihisap seseorang masuk ke dalam tubuh, entah seseorang tersebut memiliki penyakit atau tidak, anda akan tertular ketika asap rokok tersebut di keluarkan si perokok dan anda hirup.

Jadi intinya lebih baik waspada saja terhadap seseorang yang merokok, kelihatan sepele namun tubuh wanita mudah tertular oleh hembusan asap rokok seseorang yang di dalam tubuhnya terdapat penyakit. Untuk lebih jelasnya anda dapat melihat publikasi penelitian di British Journal Of Cancer Tahun 2001

Kanker Serviks Akibat Merokok

Kanker Serviks Akibat Merokok

 

2. Hubungan Intim Yang Terlalu Sering Dan Ganti – Ganti Pasangan

Penggunaan kondom memang tidak sepenuhnya melindungi organ intim anda, karena virus serviks (HPV 16 dan 18) juga dapat ditularkan melalui sentuhan. Berganti ganti pasangan juga memiliki resiko besar mengalami kanker serviks, karena belum tahu apakah pasangan membawa virus atau tidak.

Bagaimana proses penularannya ? bila pria berhubungan seks dengan wanita lain yang memiliki virus HPV, maka kemungkinan bila berhubungan seks dengan wanita lain akan tertular meskipun memakai kondom.

Yang kedua dari studi Afrika Selatan, melakukan sample terhadap 1200 pria, 22 persen pria yang tidak disunat/khitan memiliki resiko 2 kali lipat bila berhubungan badan dengan pasangannya, sedangkan 15 persen pria yang telah disunat resiko kanker serviks, sehingga disimpulkan khitan / sunat yang dilakukan oleh orang muslim memiliki dampak luar biasa, pria yang disunat memiliki resiko terjangkit HPV sangat kecil, karena ujung vital terbuka dan mudah dibersihkan.

Kanker Serviks Di Mulut Rahim

Kanker Serviks Di Leher Rahim

 

3. Kurang Menjalani Hidup Sehat Bergizi Penuh Nutrisi

Memang ini tergolong sepele, padahal dengan point 3 anda juga dapat membentengi diri dari kanker serviks, perbanyak asupan makanan yang mengandung vitamin C dan E. Contoh :

  • Kubis
  • Brokoli
  • Buah alpukar
  • Rasberry, Bluberry
  • Teh Hijau
  • Cokelat
  • Tomat
  • Buah Jeruk
  • Wortel
makanan sehat untuk kanker rahim

makanan sehat untuk kanker rahim

 

4. Hindari Melakukan Intim Pada Saat Usia Dini, Di Bawah 18 Tahun

Nah mungkin pada saat remaja, anda mungkin pernah melakukan? Bila iya, cukup waspada, meski terlihat saat ini sehat – sehat saja akan tetapi virus HPV memiliki sifat tidak di deteksi, tidak memiliki gejala hingga HPV terbentuk sempurna, bila sudah HPV terbentuk sempurna kemungkinan anda akan masuk ke stadium awal yaitu dengan cara pembedahan dan mengangkan bagian leher rahim yang terinfeksi virus HPV.

Mengapa usia dini dilarang menikah? Dilarang berhubungan seks? Karena semua itu ada maksudnya yaitu resiko virus HPV 2X lebih besar bahkan diketahui pada usia 20-an, bila anda tidak segera melakukan Screening (deteksi serviks di dokter) sudah dipastikan umur anda bertahan 5 tahun saja, karena kedepannya anda akan terkena serviks tingkat lanjut.

Kanker Serviks

Kanker Serviks

 

Sekian ya terima kasih, semoga selalu sehat ^.^

Ay0k! Share Ini..

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>